Promosi Door to Door, Masih Efektif kah

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin

Teman desty mungkin menyimpan pertanyaan, “Promosi door to door, masih efektif kah?” Harus diakui, bahwa pola promosi semacam ini pernah jaya di masanya. Jauh sebelum datang sentuhan teknologi dalam kegiatan pemasaran.

Namun, desty harus jujur, bahwa kini efektifitas strategi pemasaran ini sudah jauh berkurang. Bukti konkritnya, kini tinggal sedikit orang saja yang melakukannya.

Lantas, kok bisa kurang efektif? Apa saja penyebabnya? Menurut desty, ada beberapa alasannya.

1. Pengalaman buruk bikin orang mudah curiga

Kasus kejahatan yang terjadi ketika orang nggak dikenal datang ke rumah, bikin masyarakat mudah menaruh curiga. Ketika ada orang asing ketuk pintu, sikap hati hati sudah dipasang duluan.

Maka orang orang tak segan menolak sales saat mau menjajakan barangnya. Bahkan sepertinya kamu juga pernah melakukan penolakan semacam ini. Benar nggak?

2. Teknologi bikin orang gampang tahu harga murah dan harga mahal

Kalaupun sales diterima dan berhasil menjajakan barangnya, calon buyer kini semakin susah untuk closing. Alasannya, ketika dikasih tau harga oleh sales, calon buyer bisa browsing perbandingan harganya di internet.

Sudah jadi rahasia umum, barang dagangan door to door biasanya lebih mahal. Kalaupun laku, biasanya karena kekurangtahuan calon buyer terhadap harga pasaran produk atau karena kasihan.

3. Sudah bosan dijejali promosi, konsumen senangnya aktif sendiri

Kondisi psikologis konsumen hari ini juga turut mempengaruhi kurang efektifnya door to door. Setiap hari, orang orang dijejali dengan banyak sekali promosi. Orang orang menemukan promo saat buka situs internet, buka media sosial, termasuk juga buka TV.

Maka menjadi sangat sulit bagi sales yang biasanya melakukan direct atau hard selling untuk mengetuk hati calon buyer.

Makanya kalau diperhatikan, pola pemasaran online pun kini banyak menyiasati problem ini dengan soft selling. Sayangnya, dalam strategi door to door kurang pas juga jika melakukan soft selling.

4. Membutuhkan biaya dan energi lebih besar

Kalau dibandingkan dengan pemasaran online, door to door juga jelas kurang efisien. Mesti ada lebih banyak energi dan biaya yang keluar.

Berkeliling komplek mendatangi puluhan rumah itu mengeluarkan banyak keringat untuk berjalan, pikiran untuk terus berbicara, dan lainnya. Maka nggak heran susah juga cari pekerja yang masih mau ditugaskan sales door to door.

5. Beralih ke promosi online lebih realistis

Mau nggak mau, pebisnis memang harus melakukan penyesuaian. Tak masalah sebenarnya jika mau tetap pakai cara konvensional seperti door to door jika memang terbukti ada manfaatnya bagi bisnis.

Namun ketika pertanyaan promosi door to door masih efektif kah ini terjawab, maka sebaiknya optimalkan juga strategi pemasaran online. Mulailah banyak belajar dari sekarang dan action langsung ketika tuntas memahaminya

Kategori

Kategori

Topik

Topik

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin
Artikel lainnya
Insight

Sama Seperti Facebook! 3 Jenis Audience Instagram untuk Iklan

Company

Gajian Makin Cuan Hanya di Promo GEMBIRA November

Bisnis

Manfaat WooCommerce Untuk Membuat Toko Online Profesional

Bisnis

Perbedaan Omni Channel dan Multi Channel Support

Desty Store

Buka toko dan belanja online di desty store

Buka toko baru, belanja online, kembangin bisnis, semuanya gampang pakai Desty!​

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Bikin bisnis makin laris di Desty