4 Tips Teknik Technical Writing Agar Tulisan Jelas untuk Pembaca

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin

Technical writing itu punya tujuan yang spesifik. Cara nulisnya agak beda dengan genre tulisan lain. Teman desty bisa baca tips teknik technical writing dalam artikel ini agar bisa menulisnya dengan baik. Sebagaimana kamu ketahui, technical writing adalah bentuk tulisan berisi susunan komunikasi teknis yang digunakan dalam berbagai bidang teknis di pekerjaan. Orientasi tulisannya agar pembaca dapat memahami dengan jelas setiap isinya tanpa ada lagi pertanyaan. Lalu, gimana cara bikinnya yang bagus? Yuk, mari sini desty bahas.

1. Buat dan gambarkan persona pembaca

Target pembaca konten kamu udah jelas. Spesifik banget kan? Orang orangnya bisa kamu bayangkan kan? Misalnya orang orang yang kerjain proyek software, tenaga di lingkungan medis, atau buruh di pabrik tekstil. Nah, saat nulis, kamu perlu membayangkan seolah olah sedang berkomunikasi pembacanya. Usianya rata-rata berapa? Level pengetahuannya sampai mana? Keahliannya apa saja? dan berbagai pertanyaan lainnya penting untuk kamu jawab sebagai dasar gambaran.

2. Pilih bahasa yang sederhana

Nggak perlu mendayu dayu dan nggak juga mengesankan tulisan ilmiah kayak nulis skripsi. Tujuan technical writing itu ngasih pedoman atau instruksi yang bisa langsung pembacanya bayangkan dan laksanakan. Jangan sampai orang yang baca bukannya ngerasa jelas malah jadi pusing sendiri. Makanya penting bagi kamu pilih pilih diksi. Gunakan kata umum aja dan hindari terlalu banyak istilah yang nggak banyak orang tau artinya. Mestinya sekali baca orang bisa langsung paham. Nggak perlu tanya tanya lagi atau cari tau penjelasan Mbah Google.

3. Kasih tambahan contoh dalam bentuk visual

Meskipun udah bikin sesederhana dan sejelas mungkin, bisa jadi teks yang kamu buat nggak cukup untuk membuatnya benar benar jelas. Kamu bisa bantu pembaca dan menyisipkan konten lain yang memudahkan pemahaman mereka. Misalnya dengan memberikan gambar, grafik, flowchart, serta apapun itu yang kamu pikir bakal memperjelas pembaca. Posisikan dirimu seperti guru atau dosen, yang ketika mengajar kadang kadang perlu juga menuliskan hal hal tersebut di papan tulis atau powerpoint.

4. Jadikan isinya berumur lebih panjang

Agar fungsional dan bisa perusahaan gunakan dalam jangka panjang, maka isi dari tulisan teknis ini harus mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya adalah menghindarkan diri dari konten yang terikat dengan batas waktu. Ketika misalnya Teman desty mau merujuk kepada aturan, sebaiknya nggak pakai dasar undang undang karena mungkin bisa mudah berubah. Konten konten semacam itu menuntut revisi dan pembaharuan di masa mendatang.

Ia nggak bisa terus relevan dan jelas sepanjang waktu. Ringkasnya, semua tips di atas mengarah kepada satu tujuan, yakni kejelasan konten. Kamu bisa jadi berpikir menambahkan poin di luar tips teknik technical writing yang desty tulis. Hal itu bagus selama orientasinya untuk bikin lebih jelas.

Kategori

Kategori

Topik

Topik

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin
Artikel lainnya
Insight

Sama Seperti Facebook! 3 Jenis Audience Instagram untuk Iklan

Company

Gajian Makin Cuan Hanya di Promo GEMBIRA November

Bisnis

Manfaat WooCommerce Untuk Membuat Toko Online Profesional

Bisnis

Perbedaan Omni Channel dan Multi Channel Support

Desty Store

Buka toko dan belanja online di desty store

Buka toko baru, belanja online, kembangin bisnis, semuanya gampang pakai Desty!​

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Bikin bisnis makin laris di Desty