Bagaimana Sih Cara Membuat CTA (Call To Action) yang Menarik

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin

Membuat CTA (call to action) yang menarik menjadi salah satu kunci utama untuk membuat marketing yang efektif. Dari CTA, Teman desty bisa memiliki tingkat konversi yang tinggi. Sayangnya, banyak orang yang belum tahu bagaimana cara membuat CTA hingga akhirnya iklan menjadi sia-sia. Apa kamu salah satunya? Tenang, desty punya triknya khusus untuk Teman desty.

1. Fokus pada Goal yang Ingin Dicapai

Perlu kamu, CTA adalah bagian dari iklan yang menyuruh target audience kamu untuk melakukan sesuatu di iklan. Dari pengertian tersebut, CTA tidak hanya sekedar permintaan untuk membeli (buy now!). CTA memiliki cakupan yang luas untuk meminta target audience melakukan hal yang kamu inginkan. Mulai dari membeli, mendaftar, mengunjungi website hingga menghubungi kamu. Maka dari itu, kamu perlu tahu apa tujuan marketingnya terlebih dulu. Misalnya kamu ingin mendapatkan leads, kamu bisa gunakan, “Sign up for free e-book!” atau “Get my starter kit.”

2. Cari Tahu Keunggulan yang Ditawarkan

Fungsi call to action adalah membuat audience melakukan yang Teman desty inginkan. Maka dari itu, kamu perlu tahu trik membuat CTA seperti apa keunggulan, highlight and feature, yang kamu tawarkan. Contohnya sebagai berikut:

Dari contoh tersebut, kamu bisa melihat headlight dan feature yang ditawarkan.

  • Headlight: banyak destinasi lewat desty.
  • Feature: gratis. Kamu bisa menggunakannya secara gratis.

“Bagaimana caranya mendapatkan headlight and feature?” Kamu perlu memahami goal marketing dan perdalam product knowledge. Dengan begitu, kamu bisa tahu, apa yang bisa ditawarkan dan menarik perhatian dari audience.

3. Gunakan Kata Kerja yang Kuat dan Memberi Menarik

Cara membuat CTA selanjutnya adalah gunakan verb (kata kerja) yang menarik, kuat dan memberikan kesan kuat. Misalnya, beli sekarang, daftar sekarang, dapatkan gratis, grab it fast! Kenapa harus yang memberikan kesan kuat? Agar target kamu lebih mudah mengerti apa yang kamu inginkan. Apalagi, saat kamu beriklan, kamu nggak bisa menggunakan banyak karakter. Maka dari itu, kamu perlu menggunakan kata-kata yang singkat, padat, jelas, persuasif, dan menarik.

4. Manfaatkan FOMO

Fear of missing out atau FOMO merupakan rasa takut atau cemas karena ketinggalan informasi terbaru. “Kenapa perlu memanfaatkan FOMO?” Tujuannya untuk memancing atau memberi trigger agar audience kamu melakukan sesuatu. Kamu bisa memberikan tenggat waktu, misalnya beli sekarang! Senin harga naik! Kamu bisa mengemas CTA yang cocok untuk produk kamu agar terlihat lebih ciamik. Jangan lupa, berikan sentuhan personal seolah penawaran tersebut memang kamu buat khusus untuk konsumen kamu.

Kategori

Kategori

Topik

Topik

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin
Artikel lainnya
Insight

Sama Seperti Facebook! 3 Jenis Audience Instagram untuk Iklan

Company

Gajian Makin Cuan Hanya di Promo GEMBIRA November

Bisnis

Manfaat WooCommerce Untuk Membuat Toko Online Profesional

Bisnis

Perbedaan Omni Channel dan Multi Channel Support

Desty Store

Buka toko dan belanja online di desty store

Buka toko baru, belanja online, kembangin bisnis, semuanya gampang pakai Desty!​

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Bikin bisnis makin laris di Desty