Cara Branding Media Sosial Selain Jual Like Instagram

Pernah menggunakan jasa jual like Instagram? Sebelumnya, kamu mungkin berpikir bahwa like Instagram yang banyak bisa meningkatkan branding bisnis di media sosial.

Namun, pada kenyataannya, popularitas sebuah brand tidak hanya dilihat dari jumlah like Instagram. Jumlah like yang banyak tidak bisa membuktikan bahwa branding media sosial kamu berhasil.

Seperti yang kita ketahui bersama, di era digital, jejaring sosial memang menjadi media terbaik untuk meningkatkan bisnis kamu. Melalui media sosial, terutama Instagram, kamu bisa mencari lebih banyak pelanggan.

Kamu juga bisa membangun branding produk untuk mengenalkan produk ke khalayak ramai.

Namun, yang perlu kamu garis bawahi adalah jangan hanya fokus pada popularitas palsu.

Saat kamu memutuskan untuk menggunakan auto like Instagram atau aplikasi lainnya yang bisa menambah like secara drastik, angka tersebut adalah palsu.

Kamu bisa memanipulasi angka, tetapi tidak kenyataan.

Daripada membuang-buang uang untuk menggunakan aplikasi beli like Instagram, sebaiknya fokuskan usaha kamu untuk melakukan branding produk yang tepat melalui sosial media.

Cara branding media sosial berikut bisa jadi solusinya!

1. Pilih Media Sosial yang Efektif untuk Branding Produk

Selain Instagram, ada banyak media sosial lainnya yang bisa kamu manfaatkan untuk branding produk.

Dalam hal ini, penting bagimu untuk melakukan riset. Pengguna masing-masing media sosial memiliki karakter yang berbeda. Kamu harus memilih media sosial yang paling sesuai dengan produk yang kamu tawarkan.

Dalam hal ini, kamu perlu merumuskan terlebih dahulu siapa target marketmu, berapa usianya, dan apa ketertarikan mereka. Setelah itu, pilihan media sosial yang paling banyak digunakan oleh target marketmu.

2. Konten Visual Paling Efektif untuk Branding Produk

Apa pun platform media sosial pilihanmu, konten visual lebih efektif untuk branding produk.

Pengguna media sosial di Indonesia umumnya lebih tertarik dengan konten visual dibandingkan konten tulisan. Kamu harus menyesuaikan konten media sosialmu dengan selera umum tersebut.

Apa yang perlu kamu perhatikan?

Konten visual tidak melulu soal gambar. Kamu bisa mulai dengan hal yang sederhana, yakni pemilihan warna dan penggunaan logo.

Jika kamu ingin membuat konten tulisan, misalnya slogan atau quote, kamu harus mengemasnya dengan visual yang menarik. Oleh karena itu, penting sekali untuk memilih warna. Kamu bisa menggunakan satu atau beberapa warna secara kontinu hingga warna-warna tersebut melekat pada brand kamu.

Selanjutnya, kamu juga perlu mencantumkan logo. Dalam hal ini, logo adalah identitas brand. Dengan logo tersebut, publik akan lebih mudah mengenal produkmu.

Selanjutnya, untuk membuat feed media sosial rapi dan estetik serta memudahkanmu dalam menyusun konten, kamu bisa membuat template. Saat ingin posting konten tertentu, kamu tinggal menggunakan template yang sudah ada.

3. Ceritakan Keunikan Brand Melalui Konten

Agar branding produk berhasil, kamu harus mampu mengoptimalkan setiap konten yang diunggah. Jangan terlalu fokus dengan konten jualan atau mencari like Instagram, apalagi dengan menggunakan jasa jual like Instagram. Kamu juga harus membuat konten yang informatif atau mendidik sebagai selingan.

Dalam hal ini, kamu bisa menceritakan keunikan brand melalui konten-konten yang kamu unggah. Untuk memudahkannya, kamu bisa membuat semacam rencana konten dalam periode tertentu. Dengan begitu, konten yang diunggah di sosial media tidak acak dan lebih terstruktur.

4. Tingkatkan Kepercayaan Publik dengan Influencer

Jika kamu adalah pemain baru di dunia bisnis online, sangat susah untuk melakukan branding. Kamu perlu orang terpercaya untuk membantu mempromosikan produkmu. Di sinilah pentingnya influencer untukmu.

Influencer adalah mereka yang sudah terkenal di media sosial. Mereka mempunyai banyak pengikut setia.

Biasanya, apa yang direkomendasikan oleh influencer akan diikuti oleh fans-nya. Maka dari itu, tidak salah jika kamu meminta bantuan influencer untuk mengoptimalkan branding produk di media sosial.

Meskipun begitu, jangan asal memilih influencer, ya! Karena kamu akan mengeluarkan budget yang tidak sedikit untuk menggunakan jasa influencer, pastikan kamu memilih yang paling sesuai dengan bisnismu. Cari influencer yang banyak diikuti oleh target marketmu. 

5. Perhatikan Engagement Rate

Engagement rate tidak hanya dilihat dari jumlah like. Jumlah pengikut, like, share, dan komen saling mempengaruhi engagement rate. Jika kamu berhasil mencapai like banyak, tetapi sepi komentar, jumlah like tersebut juga bisa dipertanyakan.

Kita semua paham bahwa like Instagram bisa dibeli. Banyak sekali penyedia jasa jual like Instagram. Namun, untuk komentar berbeda. Meskipun komentar pun bisa dibeli, kita bisa dengan mudah membedakan mana komentar robot dan mana komentar asli.

Kunci untuk menaikkan engagement adalah konten yang bagus. Kamu juga bisa menggunakan ads untuk meningkatkan jangkauan konten sehingga akan lebih banyak interaksi yang tercipta.

Kamu perlu mempelajari lebih lanjut tentang Social Media Marketing untuk melakukan branding sosial media yang lebih efektif. Beberapa hal berikut ini hanya beberapa di antaranya. Jangan lelah untuk terus belajar, ya! Dan, satu lagi, lupakan jasa jual like Instagram!

Semoga informasi tentang cara branding media sosial selain mengandalkan jasa jual like Instagram ini bermanfaat.

Ditulis oleh:

Diterbitkan pada:

Bagikan artikel

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait

Ditulis oleh:

Diterbitkan pada:

Bagikan artikel

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Kembangkan bisnismu bersama desty