Cara Efektif Menjadi Reseller dan Dropshipper Beserta Keuntungannya

Saat ini, tampaknya hampir semua orang sudah enggak asing lagi dengan istilah reseller dan dropshipper. Hal tersebut dikarenakan bisnis online semakin berkembang serta mengalami peningkatan. Tentu saja dengan meningkatnya bisnis online, enggak sedikit di antara kita yang pada akhirnya tertarik untuk mulai terjun di dunia bisnis online.

Namun, enggak bisa dipungkiri kalau memulai bisnis online bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak sekali hal-hal yang perlu diperhatikan, mulai dari detail perencanaan keuangan hingga persiapan kondisi emosional.

Jika kamu salah satunya yang tertarik memulai bisnis online, tetapi belum memiliki pengalaman, ada baiknya untuk mencoba dulu model-model bisnis yang lebih mudah untuk dilakukan dan minim resiko, contohnya seperti menjadi reseller dan dropshipper.

Kedua model bisnis ini memang sangat menarik untuk dicoba karena memiliki banyak keuntungan, bahkan nggak memerlukan modal sama sekali. Enggak heran kalau belakangan ini orang-orang ingin menjadi reseller dan dropshipper.

Meski terlihat serupa, namun reseller dan droshipper sebenarnya cukup berbeda, lho. Masing-masing model bisnis memiliki keuntungannya tersendiri. Untuk mencari tahu lebih lanjut, lanjut scroll down aja, yuk!

Reseller

via Blog Amartha

Buat kamu yang belum tahu, reseller diambil dari kata dasar Bahasa Inggris, yaitu resell yang artinya menjual kembali. Jadi, jika diartikan keseluruhan kata, reseller adalah sebutan untuk seseorang yang menjual kembali barang yang ia beli dari supplier. Nah, biasanya seorang reseller akan menjual produk atau barang yang ia jual melalui e-commerce maupun media sosial.

Cara menjadi reseller

Tertarik untuk menjadi reseller? Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan nih!

  • Tentukan jenis barang atau produk yang akan dijual

Pertama-tama, kamu harus tahu terlebih dahulu jenis barang atau produk yang akan kamu jual. Usahakanlah untuk memilih jenis barang atau produk yang memang kamu sukai sebagai penyemangat. Tetapi, jika kamu belum tahu barang atau produk apa yang hendak dijual, sebaiknya lakukan research produk-produk yang sedang diincar banyak orang.

  • Cari supplier yang profesional

Setelah kamu sudah menentukan jenis barang atau produk yang hendak dijual, selanjutnya yang perlu kamu lakukan ialah mencari supplier yang memproduksi produk tersebut. Nah, dalam mencari supplier pun kamu enggak bisa asal-asalan, lho. Kamu harus lebih dulu mencari tahu tentang supplier yang akan kamu pilih lewat website atau toko online-nya atau komunitas bisnis. Supaya enggak rugi, kamu juga wajib melakukan perbandingan harga produk antara satu supplier dengan yang lainnya.

  • Mulai memasang harga jual

Setiap orang yang berkecimpung di dunia bisnis pasti ingin memperoleh keuntungan. Di sinilah kamu membutuhkan kemampuan menghitung yang baik agar dapat menentukan berapa selisih antara harga beli dan harga jual. Walaupun tujuanmu untuk memperoleh keuntungan, namun jangan lupa untuk tetap bersaing secara sehat dengan memasang tarif harga jual yang sewajarnya saja.

  • Melakukan pemasaran

Untuk dapat menarik para pembeli, tentu saja hal yang paling penting untuk kamu lakukan sebagai seorang reseller adalah melakukan pemasaran. Kamu bisa memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram. Biar lebih efektif, kamu bisa membuat akun baru khusus toko online milikmu, namun jika kamu merasa hal tersebut kurang praktis, kamu bisa menggunakan media sosial pribadi.

Keuntungan

Salah satu hal yang membuat banyak orang ingin menjadi reseller ialah karena memiliki banyak keuntungan. Karena para reseller menyimpan stok barang, maka bisa dipastikan kalau mereka dapat mengetahui detail informasi seputar barang yang djual dan secara cepat dapat mengetahui stok barang yang tersedia. Selain itu, reseller juga memperoleh keuntungan yang lebih besar karena dapat menentukan sendiri harga barang yang dijual.

Dropshipper

via AXL Parfume

Sering dikira mirip dengan reseller, dropshipper adalah sebutan yang sering digunakan untuk seseorang yang menjual barang atau produk supplier tanpa harus membeli stok barang. Dalam arti lain, kamu enggak perlu menyiapkan modal untuk membeli barang yang akan dijual, kamu hanya perlu mencari supplier dan mempromosikan barang yang mereka jual.

Cara menjadi dropshipper

Karena menjadi dropshipper lebih mudah jika dibandingkan dengan reseller, maka enggak sedikit yang akhirnya memulai karier bisnisnya untuk menjadi seorang dropshipper. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan jika ingin menjadi seorang dropshipper.

  • Pilih produk yang mudah dijual

Berbeda dengan reseller, seorang dropshipper enggak menyimpan stok barang yang akan dijual. Itu berarti, kebanyakan dropshipper sebenarnya enggak tahu seperti apa kondisi produk yang mereka jual. Untuk menghindari hal-hal yang enggak diinginkan, ada baiknya untuk memilih jenis produk yang ringan, tahan lama, enggak mudah rusak, dan bukan barang pecah belah.

  • Cari supplier yang responsif dalam berkomunikasi

Untuk dapat menjawab segudang pertanyaan dari para konsumen, dropshipper harus terus berkomunikasi dengan supplier. Maka untuk memudahkan komunikasi, carilah supplier yang enggak hanya sekedar berkualitas tetapi juga responsif saat membalas pesan. Dengan seperti itu, kamu enggak akan membuat para konsumen menunggu terlalu lama dan akhirnya enggak jadi membeli produk yang kamu tawarkan.

  • Tambahkan nilai jual yang unik dan menarik

Karena tanggung jawab seorang dropshipper adalah mempromosikan atau menjual barang kepada para pembeli, maka yang perlu kamu perhatikan adalah mencari cara untuk menarik perhatian mereka. Salah satunya dengan menambah nilai jual yang unik atau unique selling point pada barang yang hendak kamu jual.

  • Mempromosikan barang

Menjadi dropshipper memang jauh lebih mudah dari reseller, namun keuntungan yang didapatkan pun enggak akan sebesar reseller karena harga jual produk ditentukan oleh supplier. Oleh karena itu, kamu bisa memaksimalkan dengan melakukan promosi lewat platform apapun untuk menarik banyak pelanggan.

Keuntungan

Siapapun bisa menjadi dropshipper karena untuk mencoba model bisnis yang satu ini kamu enggak memerlukan modal sepeser pun, lho. Kemudian, dropshipper enggak perlu repot-repot mengemas dan mengirim barang karena tanggung jawab ini dilakukan oleh supplier. Dan tentunya, menjadi dropshipper enggak memiliki resiko kerugian yang tinggi.

Itu dia beberapa cara efektif dan keuntungan menjadi seorang reseller dan dropshipper. Keduanya sama-sama menarik dan menguntungkan untuk dicoba, namun juga tetap memiliki kekurangan masing-masing.

Reseller atau pun dropshipper, pilihlah yang sesuai dengan kebutuhanmu, ya!

Ditulis oleh:

Diterbitkan pada:

Bagikan artikel

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait

Ditulis oleh:

Diterbitkan pada:

Bagikan artikel

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Kembangkan bisnismu bersama desty