Gampang! 3 Cara Menekan Biaya Operasional untuk Bisnis Kecil

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin

Nggak sedikit pebisnis kecil ngalamin kenyataan miris. Udah capek-capek jual banyak barang, tapi setelah dihitung hitung, untungnya dikit banget. Bisa jadi, itu karena belum tahu cara menekan biaya operasional untuk bisnis kecil.

Tingginya biaya operasional bisnis emang jadi salah satu faktor yang bikin profit cuma seuprit. Teman desty yang pengen punya profit gede, mestinya mulai berpikir untuk menekan biaya operasional.

Nah, kira kira bagaimana tuh caranya? Silakan luangkan waktu 2 menitan buat baca artikel ini untuk tahu jawabannya!

1. Optimasi Penggunaan Teknologi

Kenapa teknologi dibuat? Umumnya sih supaya kegiatan manusia lebih praktis dan efisien.

Kalau tau kenyataan ini, mesti manusia nggak boleh sia siain teknologi. Manfaat teknologi ini juga bisa kok Teman desty optimalkan dalam bisnis untuk menekan biaya operasional.

Misalnya:

  • Kalau sekarang masih bayar gaji orang buat ngitungin arus transaksi, coba efisienkan pakai aplikasi buku kas. Banyak kok di Play Store. Nah, nantinya energi pegawainya bisa dialihkan buat urusan lain yang lebih produktif.
  • Kalau HPP (Harga pokok penjualan) tinggi karena pakai mesinnya tradisional, coba mulai nabung buat beli mesin dengan teknologi lebih canggih.

Intinya sih, kalau teknologi bisa dimanfaatkan, kenapa nggak dipakai?

2. Kurangi Promosi yang Nggak Efektif

Kegiatan marketing juga bisa lumayan ngabisin budget operasional. Jadi, coba deh evaluasi lagi efektifitas setiap strategi ngiklan yang selama ini Teman desty gunakan.

Jangan jangan sebenarnya udah nggak works, tapi masih aja terus dipakai.

  • Masih efektifkah promosi pakai poster, flyer, dan sarana yang biaya cetaknya mahal?
  • Coba bikin survey pelanggan, rata rata mereka datang atau tau bisnisnya dari saluran penjualan yang mana?

Menurut kami sih, sebaiknya Teman desty mesti lebih serius fokus di digital marketing. Selain biayanya lebih murah, tracking pelanggannya juga lebih gampang.

Teman desty bakal bisa lebih mudah mengukur karakter pelanggan. Nantinya, ini bakal bermanfaat juga untuk pemasaran.

3. Pertimbangkan Pakai Freelancer untuk Pekerjaan Musiman

Kira kira, ada nggak pegawai Teman desty yang kerjanya kurang efektif? Misalnya dibayar pakai standar gaji bulanan, padahal kerjanya tiap hari banyak santainya.

Nah, daripada menggaji karyawan dengan pola kerja semacam itu, alangkah lebih baik mempertimbangkan bayar freelancer.

Seorang freelancer, mereka dibayar per proyek. Angkanya pasti bisa lebih murah dari pegawai reguler dengan jobdesk  jarang.

Banyak kok situs situs yang menghubungkan antara pemberi proyek kerja dengan freelancer. Misalnya Sribulancer atau Projects.co.id.

Ada juga orang yang promosiin langsung jasanya lewat sosial media atau saluran promosi lainnya.

Dengan menerapkan cara menekan biaya operasional untuk bisnis kecil ini, mudah mudahan bisnis Teman desty bisa bertambah profitnya. Imbasnya, bisa terus berkembang dengan aset yang makin gede.

Kategori

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin
Artikel lainnya
Insight

Sama Seperti Facebook! 3 Jenis Audience Instagram untuk Iklan

Company

Gajian Makin Cuan Hanya di Promo GEMBIRA November

Bisnis

Manfaat WooCommerce Untuk Membuat Toko Online Profesional

Bisnis

Perbedaan Omni Channel dan Multi Channel Support

Desty Store

Buka toko dan belanja online di desty store

Buka toko baru, belanja online, kembangin bisnis, semuanya gampang pakai Desty!​

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Bikin bisnis makin laris di Desty