Lagi Tren Berjualan Baju di TikTok, Ini 4 Tips Kalau Mau Ikut Jualan

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin

Tren berjualan baju di TikTok memang lagi bagus bagusnya. Dengan user yang jumlahnya sudah lebih dari 30 juta di Indonesia, siapa sih yang nggak tertarik jualan di sini? Namun di sisi lain, tren sendiri sebenarnya menandakan tantangan yang lebih kompetitif.

Teman desty nggak bisa sembarangan terjun jika ingin menguasai pasar. Perlu upaya terbaik untuk mencapai kesuksesan. Mau tau bagaimana cara suksesnya? Berikut ini desty bagikan 4 tipsnya.

1. Pilih produk yang sesuai dengan karakter user TikTok

Setiap sosial media itu unik. Kamu yang biasa jualan di Instagram, Facebook, atau Twitter, nggak bisa otomatis menganggap karakter user di TikTok sama. Head of Public Policy TikTok Indonesia, Donny Eryastha pernah menyampaikan pada tahun 2020 bahwa mayoritas user TikTok itu antara 14 – 24 tahun.

Artinya, ketika Teman desty mau jualan baju di TikTok, sebaiknya pilih produk yang memang cocok dengan karakter usia tersebut. Kalau nggak mau menyesuaikan dengan karakter user, mending kamu cari platform lain. Hal ini karena tantangannya pasti akan lebih berat.

2. Perhatikan kualitas dan konsistensi posting

Berjualan di sosial media wajib untuk memperhatikan kedua hal ini. Kamu harus memastikan setiap kontennya berkualitas. Maksud berkualitas di sini bukan dari kualitas HP atau alat rekam videonya, melainkan dari tingkat menarik dari konten.

Untuk menunjang itu, kamu perlu mempelajari ilmu untuk membuat konten viral. Selain itu, konsistensi posting juga nggak kalah penting. Algoritma selalu menghargai konsistensi user meski dalam skala yang berbeda beda.

3. Posisikan TikTok sebagai saluran penjualan

Sebagai media sosial dengan konten utama video, TikTok sangat cocok dijadikan saluran penjualan. Dengan kata lain, bukan sebagai ruang untuk closing order. Kamu bisa memancing orang dari TikTok untuk datang ke toko atau menyelesaikan transaksi di platform lain. Misalnya ke marketplace, situs toko online, atau messenger.

Jadi, sebelum kamu mulai jualan di TikTok, pastikan punya juga berbagai platform tersebut. TikTok sendiri menyediakan ruang untuk menaruh link pada setiap konten video yang kamu posting.

4. Gunakan desty page untuk menyesuaikan perilaku user

Mayoritas user TikTok yang datang dari Gen Y dan Gen Z, kebiasaan belanjanya pasti beragam. Ada yang senang transaksi di marketplace A, marketplace B, atau di aplikasi messenger yang berbeda beda. Untuk mengakomodirnya, kamu bisa gunakan desty page. Dengan bantuan platform ini, kamu bisa membuat audiens mendapat banyak pilihan menuntaskan transaksinya cukup dengan satu link.

Kamu tinggal pasang link desty di setiap konten dan biarkan audiens memutuskan mau closing di platform mana. Keren kan? Mengikuti keempat tips di atas, desty jamin akan sangat membantu keberlangsungan bisnismu. Jadi, tren berjualan baju di TikTok bisa kamu optimalkan untuk dapat keuntungan.

Kategori

Kategori

Topik

Topik

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin
Artikel lainnya
Bisnis

Cara Buat Website E-Commerce dengan WordPress, Nggak Susah!

Bisnis

It’s Free! 4 Cara Buat Iklan di Instagram Gratis dan Efektif

Uncategorized

Bingung Menentukan Nama Untuk Toko Online: Jangan Bingung, Cukup Hindari Ini!

Bisnis

Bingung Mencari Ide Nama Toko Online yang Unik dan Gampang Diingat

Desty Store

Buka toko dan belanja online di desty store

Buka toko baru, belanja online, kembangin bisnis, semuanya gampang pakai Desty!​

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Bikin bisnis makin laris di Desty