Memahami Design Thinking untuk Mengembangkan Bisnis-2

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin

Design thinking dalam bahasa Indonesia bermakna ‘pemikiran desain’. Makna terjemahannya mungkin agak membingungkan, ya.

Tak perlu khawatir, kami akan memberikan penjelasan yang lebih mudah untuk memahami istilah tersebut.

Contoh penerapan design thinking yang akan dijelaskan di sini adalah yang berkaitan dengan pengembangan bisnis.

Kamu bisa menggunakannya untuk memecahkan masalah dalam mengembangkan bisnis.

Tahapan dalam Menerapkan Design Thinking

Design thinking mengajarkan kamu untuk berpikir kritis secara sistematis.

Kamu akan mengupas masalah dengan pendekatan tertentu yang lebih efektif. Berikut adalah tahapan dalam penerapan design thinking.

1. Empati

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menerapkan empati. Dalam hal bisnis, empati seperti apa yang perlu kamu lakukan?

Karena berkaitan dengan pengembangan bisnis, tanyakan dulu apa yang paling dasar berkaitan dengan bisnis yang kamu jalankan, seperti apakah produkmu benar-benar bisa bermanfaat untuk orang lain atau nggak, apa yang sekarang sedang dibutuhkan pelanggan, atau apa yang bisa kamu sediakan untuk mereka.

Posisikan diri sebagai pelanggan agar kamu bisa tahu bagaimana perasaan dan pemikiran mereka.

2. Mendefinisikan Masalah

Setelah melakukan empati, tahap selanjutnya adalah mendefinisikan masalah.

Rumuskan masalah penting apa yang saat ini sedang dihadapi oleh target pasarmu.

Sebagai pebisnis, produk atau layanan kita seharusnya bisa menjadi solusi atas masalah tersebut.

3. Ideasi

Setelah menemukan masalah utama para pelanggan, selanjutnya saatnya kamu mengeksekusi permasalahan tersebut menjadi peluang bisnis.

Mulai rumuskan produk atau jasa apa saja yang cocok untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

Tuliskan juga langkah-langkah mengeksekusi ide-ide tersebut.

4. Melakukan Prototipe

Setelah ide sudah selesai kamu rumuskan, saatnya untuk melakukan prototipe.

Prototipe adalah model yang menjadi contoh.

Sebelum benar-benar meluncurkan produk atau jasa tersebut ke publik, penting untuk mengetahui bagaimana performa produk atau layanan tersebut.

5. Menguji

Bagaimana kamu bisa tahu performa produkmu? Tentu saja dengan melakukan uji coba.

Kamu bisa menguji produk tanpa melibatkan pelanggan atau yang melibatkan pelanggan.

Jika melakukan uji coba tanpa pelanggan, kamu harus bisa membuat penilaian senetral mungkin.

Ini mungkin agak susah bagi para pebisnis pemula. Jika pengujian melibatkan orang lain, kamu bisa melakukannya dengan memberikan survey produk.

Pelanggan akan memberikan penilaian yang lebih akurat untuk produkmu.

Dari sini, apakah kamu masih memiliki pertanyaan tentang design thinking?

Masih banyak hal yang perlu kita pelajari bersama, ya.

Senggaknya, dengan menerapkan tahapan design thinking di atas, solusi atas masalahmu akan bisa kamu temukan dengan lebih mudah.

Manfaat design thinking pun bisa langsung kamu rasakan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Kategori

Kategori

Topik

Topik

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on linkedin
Artikel lainnya
Bisnis

3 Contoh Toko Online Yang Menarik Untuk Kamu Tiru

Bisnis

3 Cara Membuat Deskripsi Produk Online Yang Menarik

Uncategorized

3 Cara Jitu Supaya Jualan Laku di Instagram

Uncategorized

Belajar Digital Marketing Instagram Yuk Untuk Meningkatkan Pengunjung di Sosial Media

Desty Store

Buka toko dan belanja online di desty store

Buka toko baru, belanja online, kembangin bisnis, semuanya gampang pakai Desty!​

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Mulai bangun bisnis online kamu di Desty

Dapatkan tips, informasi, dan inspirasi bisnis, marketing, juga media sosial GRATIS dari Desty Academy.

Bikin bisnis makin laris di Desty